Pilgub Jakarta, Kemenangan PKS

Ilustrasi
Akhirnya pilihan rakyat Jakarta jatuh kepada Jokowi. Dengan raupan suara pada Quick Count kurang lebih 54%, hampir dipastikan Walikota Solo ini melenggang jadi DKI 1. Suatu capaian luar biasa dari seorang yang namanya baru mencuat ke media 6 bulan terakhir, sehingga mampu mengalahkan incumbent. Selamat!
Seperti diketahui PKS pada putaran kedua menentukan pilihan pada Foke. Setelah pada putaran pertama, pasangan yang diusung yakni Hidayat Nurwahid dan Didik Rachbini hanya mampu meraup suara 11,72%. Suara yang dianggap sebagian pengamat sebagai Iron Stock-nya PKS di Jakarta. Lantas, kenapa kekalahan di Jakarta ini merupakan kemenangan tersendiri buat PKS?
Tak dapat dipungkiri, perjalanan PKS yang menjelma menjadi kekuatan Islam terbear di Indonesia penuh onak dan duri. Banyak kondisi dan konspirasi seolah menguji kesolidan. Dimulai sejak getolnya PKS menguak kasus Century. Dari ancaman resafel sampai dikeluarkan dari koalisi. Terakhir dengan berani PKS menyatakan siap keluar dari koalisi jika pemerintah tetap ngotot menaikkan BBM. Belum lagi isu dari internal, yakni tuduhan yang dilontarkan oleh seorang mantan anggota Majelis Syuro tentang adanya korupsi di DPP terkait Pilgub DKI 2007.
Kondisi ini tentu berpengaruh kepada kader. Bahkan mungkin ada saja beberapa kader yang ciut dan terpental. Tapi secara umum PKS dapat melewatinya. Dipilihnya Hidayat Nurwahid sebagai Cagub DKI seolah-olah menjadi tonic yang melecut gairah kader-kader PKS. Tidak hanya di Jakarta namun seluruh Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai reaksi mereka melalui jejaring sosial. Semua bersemangat, bersatu dan mendoakan. Bahkan beberapa kader yang selama ini tertidur pun seolah-olah n. Luar biasa!
Terlepas dari kekalahan Hidayat Nurahid, tapi pencalonan beliau merupakan kemenangan tersendiri. Betapa gairah dan kebersamaan kembali tumbuh dari seluruh lapisan kader dan simpatisan. Mereka tak segan-segan menyumbangkan sebagian harta untuk pemenangan Hidayat. Bahkan di sebuah penggalangan dana, ada ibu-ibu yang sukarela melepas cincin dan gelang emasnya, mengharukan. Tidak hanya di Jakarta namun juga seluruh Indonesia. Ini yang pertama.
Yang Kedua, pilihan putaran kedua terhadap Foke. Banyak yang memprediksi bahwa suara PKS akan lari kepada Jokowi meski secara struktur sudah jelas intruksi memilih Foke. Ini terbantahkan. Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembanguan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid, tambahan suara untuk Foke di putaran kedua hanya berasal dari PKS. Yang lain terbelah, katanya. Ini membuktikan bahwa ketaatan kader terhadap partai masih tinggi. PKS sendiri sadar bahwa pilihan tergadap Foke adalah pilihan yang tidak populis. “Namun kami lakukan untuk menjaga solidaritas umat”, kata Humas PKS Dr Mardani.
Lagi-lagi PKSmembuktikan kesolidannya. Loyalitas terhadap keputusan Majelis Syuro, mengalahkan pendapat-pendapat personal di dalamnya. Seperti kata Sekjen PKS Anis Matta, di PKS, siapapun orangnya, tidak bisa pribadi mengalahkan kekuatan struktural. Semua harus tunduk patuh apapun keputusan Majelis Syuro. Dan ini terbukti di putaran kedua.
Adapun tentang kekahalan, tentu akan jadi bahan evaluasi ke depan. Masih banyak pekerjaan besar menanti. Kalah menang adalah hal yang biasa dalam pertarungan. Seperti kata Datuk Tifatul Sembiring dalam akun twitternya ; “Petarung tangguh adalah yang tersungkur 100 kali dan bangkit melawan dengan gagah 101 kali. Tak pernah menyerah, tak kenal lelah
 
Sumber: kompasiana.com
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS ACEH UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger