JAKARTA
— Komponen umat Islam, baik partai, ormas, maupun elemen ummat lainnya
penting untuk duduk bersama mendiskusikan beragam persoalan yang
dihadapi ummat Islam hari ini dan di masa mendatang. Hanya dengan begitu
beragam persoalan bisa dicarikan solusinya, termasuk soal kepemimpinan
nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog antara Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, Selasa (13/11) siang, di kediaman Hamzah Haz di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut, Hamzah Haz yang juga mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) didampingi Ketua DPP Al Wasliyah Lukman Hakim Hasibuan, yang juga salah seorang fungsionaris Dewan Pertimbangan Partai PPP.
Hamzah sepakat, ummat Islam perlu melakukan konsolidasi untuk menyelesaikan beragam persoalan yang dihadapi. Dan hal ini bisa dimulai dari pimpinan-pimpinannnya. Karena itu Hamzah Haz menyambut baik inisiatif, dari siapa pun datangnya, yang berupaya mengkonsolidasikan ummat.
Dalam soal kepemimpinan nasional, misalnya, suara ummat hendaknya mengerucut pada figur yang disepakati bersama. Sehingga ketika ummat memilih suarannya tidak terdistribusi ke beragam pilihan.
Perwakilan ummat, apakah itu parpol atau ormas harus dapat meraih kepercayaan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, menurut Hamzah Haz, pimpinan ummat harus menunjukkan sikap siap untuk saling berkerja sama. Tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pimpinan umat juga diharapkan dapat memberikan teladan yang baik. Menjaga nilai-nilai Islam yang setiap gerak langkahnya. “Jika nilai-nilai Islam tidak dijaga, maka ummat akan menjauh. Kalau sudah begini yang akan rugi ummat juga,” urainya.
Sementara itu, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan, PKS siap duduk bersama dengan segenap komponen ummat untuk melakukan dialog dan kerja sama guna mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi ummat. “Bahkan PKS siap memfasilitasi dialog-dialog tersebut,” katanya.
Karena itu, selain akan bertemu dengan Hamzah Haz, PKS akan terus melakukan dialog denan parpol dan ormas Islam. Sejauh ini PKS sudah bertemu dan beridalog dengan pimpinan dan pengurus Muhammadiyah, PBNU, Dewan Dakwah Islam Indonesia, dan sejumlah komponen ummat lainnya. PKS juga merencanakan untuk bersilaturahim dengan parpol-parpol dan ormas-ormas Islam lainnya.
“Tantangan ummat ke depan makin besar. Jika tidak terkonsolidasi dengan baik ummat bisa tercecer,” katanya.[PKS.CO.ID]
Hal tersebut mengemuka dalam dialog antara Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, Selasa (13/11) siang, di kediaman Hamzah Haz di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut, Hamzah Haz yang juga mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) didampingi Ketua DPP Al Wasliyah Lukman Hakim Hasibuan, yang juga salah seorang fungsionaris Dewan Pertimbangan Partai PPP.
Hamzah sepakat, ummat Islam perlu melakukan konsolidasi untuk menyelesaikan beragam persoalan yang dihadapi. Dan hal ini bisa dimulai dari pimpinan-pimpinannnya. Karena itu Hamzah Haz menyambut baik inisiatif, dari siapa pun datangnya, yang berupaya mengkonsolidasikan ummat.
Dalam soal kepemimpinan nasional, misalnya, suara ummat hendaknya mengerucut pada figur yang disepakati bersama. Sehingga ketika ummat memilih suarannya tidak terdistribusi ke beragam pilihan.
Perwakilan ummat, apakah itu parpol atau ormas harus dapat meraih kepercayaan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, menurut Hamzah Haz, pimpinan ummat harus menunjukkan sikap siap untuk saling berkerja sama. Tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pimpinan umat juga diharapkan dapat memberikan teladan yang baik. Menjaga nilai-nilai Islam yang setiap gerak langkahnya. “Jika nilai-nilai Islam tidak dijaga, maka ummat akan menjauh. Kalau sudah begini yang akan rugi ummat juga,” urainya.
Sementara itu, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan, PKS siap duduk bersama dengan segenap komponen ummat untuk melakukan dialog dan kerja sama guna mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi ummat. “Bahkan PKS siap memfasilitasi dialog-dialog tersebut,” katanya.
Karena itu, selain akan bertemu dengan Hamzah Haz, PKS akan terus melakukan dialog denan parpol dan ormas Islam. Sejauh ini PKS sudah bertemu dan beridalog dengan pimpinan dan pengurus Muhammadiyah, PBNU, Dewan Dakwah Islam Indonesia, dan sejumlah komponen ummat lainnya. PKS juga merencanakan untuk bersilaturahim dengan parpol-parpol dan ormas-ormas Islam lainnya.
“Tantangan ummat ke depan makin besar. Jika tidak terkonsolidasi dengan baik ummat bisa tercecer,” katanya.[PKS.CO.ID]

Post a Comment