Mungkin kita
telah sering mendengar ungkapan bahwa, sesungguhnya dakwah tidak
membutuhkan diri kita, namun kitalah yang membutuhkan dakwah. Ada atau
tidaknya diri kita, dakwah akan tetap berjalan. Sama halnya dengan
ketika seorang ustadz/ah sedang mengisi suatu kajian islami, walaupun
kita tidak bisa hadir ke kajian tersebut, toh ceramah akan tetap
berjalan.. Padahal sesungguhnya kita yang membutuhkan kajian islami
tersebut, bukan?
Dakwah adalah satu kata, beribu keindahan. Dakwah
adalah satu kata, berjuta bebatuan. Ribuan banding jutaan, mungkin
itulah sebabnya mengapa hanya sedikit orang yang mampu dan mau bertahan.
Maka barangsiapa yang berkeinginan untuk setia ialah orang-orang
terpilih. Setialah ketika diri telah bersedia menjadi salah satu dari
bagian yang sedikit itu, tunjukkanlah loyalitas terhadap jalan hidup
yang telah kita pilih.
Dalam berdakwah pernahkan merasa menjadi
kaum minoritas? Berjuang tanpa partner dalam medan dakwah yang cukup
menantang? Selamat, itu artinya jalan dakwah Anda adalah benar. Jangan
pernah mengutuk keterpurukan ketika diri terasing menjadi kaum yang
minor. Maupun jangan pernah meminta untuk dipahami, didengar,
dimengerti, diperhatikan akan keberadaan diri kita di tengah mereka.
Namun lakukan sebaliknya, kita yang harus memahami, mendengarkan,
mengerti, dan memperhatikan objek dakwah kita secara tulus. Karena
Dengan izin-Nya semua akan berbalik kepada diri sendiri, kok. :)
Cobalah untuk bisa mewarnai objek dakwah kita.
Cobalah untuk bisa mewarnai objek dakwah kita.
Anggaplah
mereka sebuah sketsa gambar yang masih hitam-putih. Lalu posisikan diri
menjadi seorang pelukis yang gambarnya telah terkenal dengan teknik
pewarnaan yang menakjubkan! Kemudian kita pun mengetahui tugas kita
selanjutnya, yaitu kewajiban untuk mewarnai mereka, si sketsa itu.
Dengan apa? Tentu saja dengan satu lusin cat minyak koleksi kita. Dua
belas warna tersebut adalah:
- Sifat Takwa
- Akhlak Nan Mulia
- Perilaku Ihsan
- Sopan Pada Semua
- Jiwa Yang Dermawan
- Hormat Pada Yang Tua
- Sayang Pada Yang Muda
- Lapar Akan Ilmu Pengetahuan
- Semangat Berfastabiqul Khairat
- Menjunjung Tinggi Kejujuran
- Menegakkan Keadilan, Dan
- Hidup Penuh Tanggung Jawab.
Warnailah
mereka dengan penuh keikhlasan, tunjukkan totalitas dan ketulusan diri
saat sedang mewarnainya. Berharap nantinya mereka akan menjadi lukisan
yang menakjubkan.. Di tengah usaha mewarnai yang sedang kita geluti,
tambahkanlah banyak campuran warna Doa di dalamnya. Kerjakan lukisan
tersebut dengan rapi dan hati-hati. Insya Allah hasilnya akan
menyejukkan setiap mata yang memandang.
Sungguh sudah menjadi
rahasia umum bahwa jalan dakwah itu banyak batu, lewati segala jalan
bebatuan dengan senyuman. Percayalah bahwa pada setiap perjalanan pasti
ada pemberhentiannya, ada ujungnya. Ujung dari jalan berbatu itu tidak
lain ialah… jannahNya. Ya, itu adalah sebuah janji. Percayalah bahwa
janjiNya adalah PASTI. “”Yaa ayyuhannaas, inna wa’dallahi haqq.” Hai
manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar! (QS Faathir: 5)
Post a Comment