Senayan
(16/12/2011) Anggota Komisi IX DPR RI Herlini Amran prihatin terhadap
lebih dari 8 juta pengangguran di Indonesia pada tahun 2011, menurut
data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi bahwa jumlah penganggur
terbuka di Indonesia hingga kini mencapai 8,32 juta orang atau 7,14
persen dari 116,53 juta orang angkatan kerja.
Dalam menyelesaikan
masalah ini menteri tenaga kerja dan transimigrasi harus bergandengan
tangan dengan kementerian pendidikan, bagaimana kemudian dalam proses
pendidikan yang dijalankan mampu mengakomudir materi-materi yang
mengarahkan kepada persiapan mental dan kompetensi dalam menciptakan
lapangan kerja dan siap kerja, jangan sampai terjadi seperti selama ini,
perguruan tinggi atau SMK hanya mampu melahirkan sarjana-sarjana
pencari kerja, bukan pembuka lapanga pekerjaan.
Legislator Partai
Keadilan Sejahtera ini berharap, pemerintah harus bekerjasama dalam
menyelesaikan masalah ini, dengan mencari pokok permasalahannya,
seperti, masalah yang ditimbulkan oleh beberapa program pendidikan tidak
terkait dan cocok dengan dunia usaha dan pasar kerja, serta
bertambahnya kelulusan namun miskin lapangan pekerjaan, hal ini harus
dikoordinasikan dan dikomunikasikan oleh kementerian tenaga kerja dan
transmigrasi untuk saling bersinergi dalam menyelesaikan pokok
masalahnya. Demikian juga dengan kementerian yang lainnya. Ungkap
beliau.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah
antara lain; “ Mengubah paradigma masyarakat untuk tidak bergantung
sebagai pencari kerja, khususnya pada lulusan universitas, mereka harus
dididik untuk membuka lapangan pekerjaan dan berani untuk berwirausha,
membuat konsep pendidikan yang mengarah pada penciptaan tenaga kerja
serta menciptakan masyarakat yang siap untuk masuk dunia kerja dan bukan
sekedar menguasai teori,” Lanjut Herlini.
Herlini Amran juga
menambahkan, “bentuk kesungguhan dari pemerintah, perlu diberikan
subsidi untuk setiap aktivitas yang berbasis unit usaha masyarakat,
sebagaimana yang dilakukan juga dibeberapa Negara seperti Cina, karena
selama ini saya menemukan, masyarakat banyak yang siap bekerja dan
membuat pekerjaan namun terkendala dengan modal, dan yang lebih penting,
pemerintah jangan melakukan yang sebaliknya menjadikan unit masyarakat
sebagai sumber pungutan liar. ini kan sangat memalukan,” Pungkas Herlini
sumber : pk-sejahtera.org
+ komentar + 1 komentar
ginilah zaman sekarang... susahnya membuka lowongan kerja... udah pada ketagihan cari kerja... tolong dong pemerintah ubah persepsi ini..
Post a Comment