3 Buruh Tewas Diberondong

LHOKSEUMAWE - Serombongan laki-laki bersebo, masing-masing menenteng sepucuk senjata api laras panjang muncul di sebuah warung kopi dalam areal perkebunan PT Satya Agung, Krueng Jawa, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, menjelang tengah malam, Minggu (4/12). Setelah memintai KTP sejumlah orang yang sedang ngopi di warung itu, pelaku langsung memberondong dari jarak dekat. Tiga tewas di tempat, lima lainnya luka-luka. Tragis.

Insiden tak ubahnya masa konflik tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, Minggu (4/12). Semua korban adalah buruh penderes karet di perusahaan perkebunan PT Satya Agung yang disubkan kepada PT Ceimita Rata Group.

Semua korban tercatat berasal Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Korban tewas masing-masing Sugeng (45) mengalami luka tembak di mata kanan hingga pecah, Karno (50) luka tembak di bagian kepala hingga robek besar, dan Herianto (30) luka tembak di bagian kanan pinggang hingga tembus ke pinggang kiri.

Sedangkan korban luka-luka, dua orang berasal dari Bahorok, yaitu Misman (54) luka tembak di perut dan lutut kanan dan Harapan (32) luka tembak di paha tembus dada.

Berikutnya, Salmi (34) asal Pulo Tiga, Aceh Tamiang mengalami luka di bagian leher kanan dan lutut kanan, Erik (22) asal Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara luka di pinggang kiri dan dada kiri, dan Joni (25) terkena serempetan peluru di bagian bokong.

Saat pemberondongan, dua korban luka-luka, yaitu Harapan dan Joni tidak di warung. Harapan sedang tidur di barak di belakang warung. Akibat terkejut suara tembakan, Harapan terbangun. Saat itulah peluru nyasar mengenai paha hingga tembus dadanya. Sedangkan Joni, juga berada di barak yang berdekatan dengan warung.

Menurut informasi, ketika rombongan buruh itu sedang ngopi di warung, muncul sekitar empat atau lima orang bersebo menjinjing masing-masing sepucuk senjata laras panjang. Komplotan itu berjalan kaki.

Setelah meminta KTP dan menanyakan asal korban, komplotan itu langsung memberondong korban secara membabibuta. Setelah mengeksekusi korban, komplotan itu lari ke arah kebun karet.

Mengoyak keheningan
Suara letusan senjata mengoyak keheningan menjelang dini hari itu. Warga di sekitar warung yang sedang tertidur lelap terkejut. Tak lama berselang warga sudah berada di lokasi kejadian dan mendapati tiga orang tewas dengan luka tembak yang sangat mengerikan dan lima lainnya luka-luka, termasuk ada yang kritis.

Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Senin (5/12), semua korban dievakuasi ke RSU Cut Meutia dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan yang ada di areal perkebunan tersebut.

Hingga siang kemarin, tiga korban luka-luka masih dirawat intensif di ICU, yaitu Misman, Harapan, dan Erik. Sedangkan Salmi dan Joni hanya dirawat di ruang bedah pria rumah sakit tersebut.

Satu masih kritis
Direktur RSUD Cut Meutia, drg Anita yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, semua korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Minggu (4/12). “Saat tiba di rumah sakit, tiga di antaranya sudah meninggal,” kata Anita.

Korban yang masih dirawat secara intensif hingga Senin kemarin berjumlah empat orang. Dari jumlah itu, tiga di antaranya semakin membaik. Sedangkan seorang lagi, yaitu Misman dikategorikan kritis akibat luka tembak di perut sehingga harus operasi.(bah)

Editor : bakri
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS ACEH UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger